Jual Minyak Misik Asli

25.000 / botol, 180.000/lusin


Jual minyak misik |Keutamaan Minyak misik 
Sebaik-baik wewangian adalah misik (katsuri) (HR. Muslim)

Fiqih menggunakan minyak wangi, (diringkas dari http://www.hasanalbanna.com/fiqih-parfum-atau-wangi-wangian/)
Secara umum ketika kita melaksanakan berbagai ibadah ritual seperti shalat, maka kita disunnahkan untuk memakai parfum. Dan lebih khusus lagi manakala ibadah itu melibatkan orang banyak, maka anjurannya semakin kuat.
Penggunaan parfum adalah merupakan anjuran Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, sehingga hukumnya sunnah.
1. Sunnah Para Rasul
Bahwa parfum adalah sunnah para rasul kita ketahui dari sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam yang bunyinya:
Empat perkara yang merupakan sunnah para rasul: memakai hinna’, memakai parfum, bersiwak dan menikah. (HR. At- Tirmizy dan Ahmad)
2. Kesukaan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam
Nabi Muhamamd Rasululah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah seorang pencinta wewangian secara fitri. Maka beliau pun bercerita tentang sosok diri beliau sendiri lewat hadits nabawi:
Telah dijadikan aku menyukai bagian dari dunia, yaitu menyukai wanita dan parfum. Dan dijadikan sebagai qurroatu a’yun di dalam shalat.(HR. Ahmad, Al Hakim dan Al Baihaqi)
3. Sunnah Ketika Beribadah
Bahkan di dalam beribadah, umat Islam dianjurkan untuk memakai wewangian, agar suasana ibadah bisa semakin khusu’ dan menyenangkan.
Setiap mau melaksanakan shalat yang dihadiri oleh orang banyak, selalu disunnahkan untuk menggunakan parfum. Misalnya Shalat Jumat, Shalat ‘Iedul Fithr dan ‘Iedul Adha, Shalat Gerhana matahari dan bulan, termasuk ketika akan melaksanakan ihram dalam ritual haji atau umrah.
3. Mencintai Keharuman adalah Fitrah
Mencintai hal-hal yang wangi dan harum adalah salah satu fitrah manusia, dan merupakan salah satu bentuk kenikmatan yang Allah anugerahkan kepada manusia. Orang-orang yang Allah ridhai, selalu dilambangkan dengan aroma yang harum. Misalnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala memujiorang yang berpuasa dengan menyebut bahwa bau mulut mereka lebih harum di sisi Allah dari pada wangi minyak kesturi. Padahal mulut mereka beraroma tidak sedap lantaran tidak makan dan minum.
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi. (HR. Muslim)
B. Ibadah Yang Disunnahkan Berparfum
Di antara sebagian ibadah ritual yang disunnahkan untuk menggunakan parfum adalah:
1. Shalat Jumat
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
Dari Ibni Abbas Radhiyallahu ‘Anh berkata bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam
bersabda,’Hari ini adalah hari besar yang dijadikan Allah untuk muslimin. Siapa di antara kamu yang datang shalat Jumat hendaklah mandi dan bila punya parfum hendaklah dipakainya. Dan hendaklah kalian bersiwak.(HR. Ibnu Majah)
Salah satu hikmah perintah ini adalah karena dalam Shalat Jumat akan berkumpul sejumlah manusia. Maka akan menjadi sangat dianjurkan apabila masing-masing tampil dengan keadaan yang paling baik. Salah satunya dengan menggunakan parfum.
2. Shalat ‘Iedul Fithr dan ‘Ied Al Adha
Meski pun tidak ada hadits yang secara langsung memerintahkannya, namun para ulama melakukan qiyas kesunnahan menggunakan parfum pada Shalat Jumat dengan Shalat ‘Iedul Fithr dan ‘Ied Al Adha.
Kesamaan ‘illat dari keduanya adalah karena sama-sama dihadiri oleh orang banyak, sehingga secara estika pergaulan sangat diutamakan agar orang-orang berpenampilan yang paling baik.
3. Sebelum Ihram
Memakai parfum pada saat berihram memang termasuk hal yang dilarang, dan diancam pelakunya terkena denda (dam). Namun bila menggunakan parfum itu dilakukan sebelum mulai berihram, maka hukumnya malah disunnahkan.
Dasarnya adalah hadits Aisyah berikut ini:
Dari Aisyah radhiyallahuanha, beliau berkata,”Aku memberikan parfum kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk ihramnya sebelum memulainya. (HR. Bukhari dan Muslim)
Selain itu juga ada hadits Aisyah yang lainnya: Seakan-akan aku melihat kilau parfum dari rambut Rasululah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika beliau dalam keadaan berihram. (HR. Bukhari Muslim)
C. Larangan Berparfum
1. Saat Berihram
Memakai wewangian setelah ihram, baik pada badan, pakaian atau yang menempel dengannya. Sebuah riwayat menyebutkan bahwa Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam telah bersabda berkenaan dengan orang yang ihram:
Janganlah kalian mengenakan pakaian yang diberi parfum, baik parfum za’faran atau wars. (HR Bukhari dan Muslim)
Juga tidak boleh mencium bau minyak wangi atau menggunakan sabun yang wangi atau mencampur the dengan air mawar dan sejenisnya. Boleh memakai wewangian sebelum ihram sekalipun bekasnya masih ada setelah ihram. Dasarnya adalah haidts ‘Aisyah ra,
“Aku telah memberi wewangian kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallamdengan kedua tanganku ini saat akan ihram dan karena dalam keadaan halal sebelum beliau wafat.” (HR Bukhari)
2. Wanita dan Pria
Namun di sisi lain, ada juga dampak negatif dari pemakaian parfum ini, terutama bila dipakai oleh wanita. Sehingga bila dipakai secara berlebihan, hasilnya justru akan menimbulkan fitnah tersendiri. Karena penggunaan parfum buat wanita agak sedikit dibatasi, demi menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, terutama masalah fitnah hubungan laki-laki dan wanita.
Karena itulah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam menetapkan bahwa bila wanita memakai parfum, hendaknya menggunakan yang aromanya lembut, bukan yang menyengat dan menarik minat laki-laki.
Dari Abi Hurairah ra, Parfum laki-laki adalah yang aromanya kuat tapi warnanya tersembunyi. Parfum wanita adalah yang aromanya lembut tapi warnanya kelihatan jelas.
Bila sampai demikian, maka Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam sangat melarangnya, bahkan sampai beliau mengatakan bahwa wanita yang berparfum seperti itu seperti seorang pezina.
Siapa pun wanita yang memakai parfum lalu melenggang di depan laki-laki agar mereka menghirup bau wanginya, maka wanita itu adalah wanita pezina.
Karena itu maka bagi para wanita, sebaiknya mereka agak mengurangi volume penggunaannya. Kalau pun harus menggunakannya, maka pilihlah yang soft dan tidak terkesan terlalu keras. Juga harus diperhatikan agar jangan sampai terlalu dekat dengan laki-laki dalam pergaulan, agar jangan sampai jatuh pada ancaman dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam.
3. Wanita Yang Dalam Masa ‘Iddah Kematian Suami
Seorang wanita yang sedang dalam masa iddah karena suaminya wafat dilarang memakai wewangian. Dan masa iddahnya adalah empat bulan sepuluh hari, sebagaimana disebutkan di dalam Al Quran.
Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan isteri-isteri (hendaklah para isteri itu) menangguhkan dirinya (ber’iddah) empat bulan sepuluh hari.
Kemudian apabila telah habis ‘iddahnya, maka tiada dosa bagimu (para wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut. Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.(QS Al Baqarah: 234)
Sebagian ulama juga mengharamkan wanita yang beriddah dengan talak bainunah kubra untuk menggunakan parfum, sebab suaminya sudah diharamkan untuk merujuknya kembali.

0 comments:

Post a Comment

Distributor Air Zamzam. Powered by Blogger.